Guru di Distrik Waan Merauke Malas Mengajar

Guru di kabupaten Merauke malas mengajar. Sementara pemerintah daerahnya tidak tegas memberi sanksinya. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukianan mengatakan, seperti di Distrik Waan, pendidikan di sana sudah lama tidak berjalan. Kata dia, gurunya tidak berada ditempat tugas.

 

“Di daerah pedalaman itu khususnya daerah-daerah pemukiman orang asli itu tidak ada guru, satu contoh yang paling nyata di Distrik Waan. Distrik Waan itu kemarin yang saya sempat buat satu daftar catat semua murid dari semua kelas, jadi distrik waan itu ada SD YPK Waan, SD Inpres Konmerauw, trus di SD YPK Tor, SD Inpres Kladar, SD Sibenda itu tidak ada guru, itu SD Sibenda ini kan sebenarnya sekolahnya pa bupati tapi sampai sekarang tidak ada guru yang bersedia kesana itu kan naïf sekali kan dan ini sekarang tidak ada guru disana sampai hari ini”.   

 

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukianan juga mengatakan, pembangunan pendidikan di kabupaten Merauke, kini tak seimbang antara perkotaan dengan pedalaman. Kata dia, ada sembilan sekolah di daerah pedalaman yang terlantar. Delapan  sekolah SD dan  satu SMP, yang jumlah siswanya  hampir seribu anak. Dominikus Ulukianan mengatakan, perekrutan lulusan SMP menjadi guru bantu  di tingkat SD,  juga belum maksimal. (kon-abd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: