Kasus KDRT di Papua Terbanyak di Jayapura dan Merauke

(Biak) Kasus kekerasan terhadap istri dan anak dalam rumah tangga atau KDRT di propinsi Papua dan Papua Barat, masih sulit dikurangi. Itu karena, dari setiap kasus yang dilaporkan ke kepolisian, banyak yang ditarik oleh korbannya, dengan alasan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Aktivis LSM Penguatan Perempuan dan Anak di Papua, Besti Pasiwerissa mengatakan, hal itu menyebabkan tidak ada efek jera bagi suami sebagai pelakunya. Sehingga kata Besti, kasus KDRT  masih terus meningkat setiap tahun.

“Padahal seorang suami harus melindungi dan memberikan rasa aman.  Tapi yang terjadi, setiap kali suami-suami melakukan kekerasan fisik dengan memukul istrinya, menendang, sehingga ada yang mengakibatkan kematian pada istrinya,” kata Besti.

 

Aktivis LSM Penguatan perempuan dan anak di Papua, Besti Pasiwerissa juga mengatakan, jika suaminya diproses hukum hingga dipenjara, maka suami menggugat cerai istrinya, atau tidak menafkahi istri dan anaknya hingga terlantar.

Jumlah kasus Kekerasan terhadap istri dan anak oleh suami Dalam Rumah Tangga, atau KDRT di propinsi Papua, di sepanjang 2012 ini berkisar 13, 6% dari kasus kriminal lainnya. Terbanyak terjadi di kota Jayapura dan Merauke. Penyebabnya antara lain, pengaruh minuman keras, suami selingkuh, himpitan ekonomi keluarga dan budaya. (dot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: