Mahasiswa Uncen Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM

(Sentani) Seratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih-Uncen Jayapura, memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia dengan aksi teaterikal, di halaman kantor DPR Papua. Dikawal 60-an personil polisi, mahasiswa Uncen ini menuntut pengusutan tuntas berbagai kasus pelanggaran HAM di tanah Papua, akibat militerisme. Koordinator Aksi, Kaleb Woisiri mencontohkan, seperti kasus penembakan Mako Tabuni. Yang menurutnya kasus tabuni itu tergolong pelanggaran HAM berat.

 

“Menurut pendapat kami atau fakta di lapangan bahwa semua yang terjadi ini tidak sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di negara ini. Salah satu contoh dengan penembakan Mako Tabuni di Perumnas tiga. Betul jika polisi menetapkan dia sebagai terdakwa atau kriminal lainnya tetapi ada mekanisme hukum. Kami sesalkan dia ditembak mati tanpa prosedur hukum yang berlaku di Negara ini. Jika dia adalah kriminal maka polisi harus menangkap dia. Kami anggap itu sebagai pelanggaran HAM terberat di Papua,” tegas Kaleb

 

Koordinator Aksi, Kaleb Woisiri berharap agar DPR papua mengakomodir dan menyalurkan setiap aspirasi pengusutan kasus pelanggaran ham di tanah Papua ini. (kon-rir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: