Sekolah di Papua Masih Memungut Biaya dari Orang Tua

(Biak) Seluruh sekolah pada setiap jenjang pendidikan di Papua masih melakukan pungutan biaya dari orang tua dan siswa. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-FKIP Uncen, Onesimus Warwer mengatakan, pendidikan gratis di Papua belum sepenuhnya terwujud. Sementara anggaran pendidikan dari APBN maupun Otsus Papua untuk pendidikan, kata Onesimus Warwer, selama ini tidak transparan.

“Sementara orang tua kita. Kebanyakan orang Papua kita ini anak-anak miskin. Sebagian besar. Karena orang tuanya petani. Orang di Papua ini hidup di daerah kampung. Beda di Jawa orang dengan hidup di daerah-daerah industri. Masyarakatnya menjual apa saja laku. Tetapi kita di sini makannya saja tidak cukup. Angka kemiskian pun di Papua besar. Sehingga memang dana ada. Tapi tidak transparan, sehingga belum menjawab pendidikan gratis.” Kata Onesimus.

 

Sebelumnya, hasil penelitian dari Lembaga CSIS Centre For Strategic  and International Studies atau pusat studi internasional strategi, menyebutkan 90% sekolah di kota Jayapura masih memungut biaya pendidikan dari orang tua dan siswa. Padahal pemerintah  setempat selalu menyatakan pendidikan di daerah itu, gratis bagi pendidikan SD-SMA. Adapun pungutan terjadi untuk uang masuk atau uang bulanan, seragam dan buku. (dot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: