Negosiasi Pengembalian Senjata yang Dirampas di Pirime Temui Jalan Buntu

(Sentani) Upaya negosiasi pengembalian senjata antara pemerintah kabupaten Lanny Jaya dengan kelompok sipil bersenjata di wilayah itu  mengalami jalan buntu.  Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom mengatakan, dalam pertemuan beberapa kali, kelompok sipil bersenjata itu, tetap bersikeras untuk tidak mengembalikan tiga pucuk senjata yang dirampas dari Polsek Pirime.

 

“Ya kalau sudah satu minggu lewat anggap saja tidak bisa. Jadi sudah diserahkan kembali ke Polisi. Apalagi ada penyerangan di Tiom,” ungkap Befa.

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom menambahkan, kini upaya pengembalian 3 senjata itu, telah dikembalikan ke kepolisian. Karena kata Jigibalom, satu minggu batas waktu negosiasi sudah lewat dan belum ditemukan kesepakatan.

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom berharap kepolisian menggunakan pendekatan persuasif untuk mengupayakan pengembalian senjata. Sebab menurutnya, kelompok ini sesungguhnya hanya memusuhi aparat TNI dan Polri, tapi seringkali rakyat yang jadi korban.

Akhir November lalu Polsek Pirime di Kabupaten Lanny Jaya, diserang 50-an orang dari kelompok sipil bersenjata. Tiga anggota polisi tewas ditembak kelompok sipil bersenjata itu dan merampas tiga pucuk senjata jenis revolver dan M-16. Mereka juga  membakar kantor Polsek Pirime. (kon-rir)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: