Pemerintah Didesak Buka Akses Bagi Jurnalis Meliput di Papua

(Jakarta) Solidaritas Nasional untuk Papua (NAPAS), mendesak pemerintah membuka akses bagi jurnalis untuk bisa meliput di Tanah Papua. Ini menyusul aksi pembakaran Kantor Dewan Adat Wamena dan pembunuhan aktivis Papua. Koordinator NAPAS, Marthen Goo menilai, selama ini Tanah Papua masih tertutup bagi jurnalis. Dia menilai, keberadaan jurnalis penting untuk mengungkap aksi-aksi kekerasan yang menimpa warga Papua. Selain itu, NAPAS mendesak dibentuknya tim investigasi kasus kekerasan Papua.

“Tim investigasi itu harus dibuka. Misalnya, tim pencari fakta kebenaran. Ketiga, negara harus membuka ruang demokrasi bagi orang Papua. Misalnya, lewat dialog. Tapi kalau tiga tuntutan ini negara tidak mau kabulkan, kami justru lihat negara ingin punahkan orang Papua.” Tegas Marthen.

 

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dan masyarakat Papua berdemonstrasi di Markas Besar Kepolisian Indonesia di Jakarta. Mereka mengecam aksi pembakaran Kantor Dewan Adat Wamena dan pembunuhan aktivis di papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: