Pemprov Papua Diminta Libatkan Warga untuk Menjaga Hutan

(Jakarta)   Pemerintah Papua diminta melibatkan masyarakat lokal dalam sistem pengamanan hutan dari aksi pembalakan liar. Pasalnya data organisasi lingkungan  Greenpeace menyebut 300 ribu hektar hutan di Papua rusak setiap tahun. Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Damayanti mengatakan, pencegahan aksi pembalakan liar juga harus bekerja sama dengan warga lokal. Masyarakat bisa memberi informasi kepada Kepolisian Hutan dan aparat keamanan jika terjadi aksi pembalakan liar di Papua.
“Masyarakat lokal juga harus dilibatkan dalam penegakan aturan ilegal logging. Jadi kalau ada hal-hal yang mencurigakan masyarakat bisa langsung menginformasikan kepada misalnya polisi dan otoritas setempat. Sistem seperti ini belum ada. Kalau pun ada belum bisa diterapkan di lapangan. Seharusnya pengawasan ilegal logging itu diadakan pada setiap lini baik masyarakat lokal maupun otoritas setempat dan aparat keamanan.” Ujar Damayanti.
Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor Damayanti menyarankan pemerintah membuat kesepakatan dengan negara tujuan pengiriman kayu ilegal seperti Cina. Hal itu untuk menutup peluang jual beli kayu ilegal dari Indonesia.

Sebelumnya Australia terus memperketat masuknya kayu hasil pembalakan liar ke negara itu. Ini menyusul disahkannya Undang-undang Anti Ilegal Logging beberapa waktu silam. Australia berharap ada penurunan tingkat pembalakan liar di Indonesia sebagai dampak disahkannya aturan ini. Pasalnya, Australia menjadi sasaran perdagangan ilegal kayu dari hutan Indonesia termasuk Papua. (Ixn/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: