Imparsial Kecam Penggunaan UU Terorisme untuk Pelaku Kerusuhan di Papua

(Jakarta)   LSM Hak Asasi Manusia, Imparsial menilai penggunaan Undang-Undang Terorisme terhadap pelaku kerusuhan di Papua tidak tepat. Sebab menurut Direktur program Imparsial, Al Araf, hal itu bakal mempersulit upaya damai di sana. Ia menyarankan agar Pemerintah seharusnya menggunakan pendekatan dialog dalam menyelesaikan masalah di sana. Karena itu dia meminta kepolisian menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP dalam menjerat pelaku kerusuhan di bumi Cendrawasih.


“Sebelumnya sudah dicap gerakan separatisme lalu terorisme. Ini kan berdampak justru ketidakpercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah karena menilai terlalu mengedepankan tindakan-tindakan yang berlebihan dalam menangani persoalan di sana. Sebenarnya persoalan-persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara-cara yang persuasif melalui mekanisme hukum yang ada semisal KUHP.” Tegas Al Araf.
Kepolisian sebelumnya mengancam bakal menerapkan UU Terorisme kepada pelaku kerusuhan di sana. Kepala Penyidik Kepolisian Indonesia, Sutarman menegaskan pihaknya tidak akan ragu-ragu menerapkan pasal tersebut jika pelaku terbukti mengakibatkan nyawa orang lain terbunuh. (Dms/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: