Ratusan Pelajar SMU di Nabire Belum Bisa Baca, Tulis, Hitung

(Jakarta) Sebanyak 200 lebih siswa di SMU YPPK Adi Luhur Nabire,  tidak bisa baca, tulis dan berhitung. Ratusan siswa ini merupakan lulusan SLTP dari sejumlah kawasan pedalaman. Seperti dari Dogiyai, Intan Jaya dan Timika. Pengajar di Sekolah SMU YPPK Adi Luhur, Longginus Pekey mengatakan, sekolah terpaksa memberikan materi khusus bahasa indonesia, matematika dan bahasa inggris selama enam bulan. Agar siswa tersebut bisa beradaptasi dengan materi pelajaran di jenjang kelasnya. Menurut dia, rendahnya kemampuan siswa pedalaman disebabkan minimnya tenaga pendidik dan buruknya sarana sekolah.

“Iya mereka masuk semenjak SMU. Ada yang masuk dari pedalaman. Ini yang saya bilang tadi ada yang gurunya kurang dan tak pernah masuk. Kadang mereka bilang kami belajar geografi yang kami tak tahu. Itu ungkapan mereka. Jadi selama empat tahun saya mengajar, memang yang kendala itu di situ. Kami kesulitan, biasanya kami lakukan matrikulasi untuk bahasa Indonesia dan untuk berhitung. Semester pertama itu kami terapkan matrikulasi hanya untuk mendukung kemampuan berbahasa dan menghitung.” Ujar Longginus.
Pengajar di sekolah SMU YPPK Adi Luhur Longginus Pekey, mendesak pemerintah Kabupaten dan Provinsi, untuk serius membenahi masalah pendidikan di Papua. Rendahnya komitmen guru untuk mengajar, juga buruknya sarana dan prasarana sekolah, menyebabkan kualitas lulusan sekolah berada di bawah standar kelulusan nasional. (Van/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: