Pemilukada Papua Berpotensi Konflik

(Jakarta) Potensi konflik pada Pemilukada Papua mendatang semakin besar. Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP), Latifah Anum Siregar mengatakan, kini masyarakat sudah terbagi-bagi ke dalam kelompok pendukung pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Papua. Dia khawatir hal itu akan berdampak pada terjadinya konflik akibat pemilukada. Apalagi, proses persiapan Pemilukada Papua kerap terlambat. Hal ini dianggap akan memicu kemarahan para pendukung pasangan kandidat Pemilukada Papua.
 Proses pemilukada itu harus dilakukan tepat waktu. Misalnya, kalau target pelaksanaannya 29 Januari. Hal-hal teknis kadang membuat konflik. Misalnya, surat suara datang terlambat, pengamanan tidak tepat waktu, atau mungkin saksi dari partai yang kurang. Artinya, tepat itu semuanya harus ada di tempat dan fasilitas tersedia. Sehingga potensi konflik bisa dikurangi. Kemudian gugatan dari pihak yang dirugikan juga bisa dikurangi.” Jelas Latifah.

 

Direktur ALDP Latifah Anum Siregar, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar persiapan Pemilukada Papua tepat waktu. Ini agar tidak memicu kemarahan dan konflik di tengah masyarakat. Namun masyarakat juga harus menahan diri tidak terpancing konflik.

 

Pemilukada Papua akan digelar akhir bulan ini. Proses persiapannya sudah diwarnai gugatan dari kandidat yang tidak lolos seleksi. Namun KPU Papua bersikukuh menggelar pemilukada sesuai jadwal. (Ixn/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: