13 Orang menjadi Korban Kekerasan Awal Tahun di Papua

(Jakarta) Solidaritas Nasional untuk Papua (Napas) mencatat, sebanyak tiga belas orang menjadi korban kekerasan di Papua pada awal tahun ini.

Mereka menjadi korban dari empat peristiwa terpisah. Koordinator Nasional Napas, Marthen Goo mengatakan, peristiwa kekerasan terakhir terjadi pada dua hari lalu di Kampung Pugo, Kabupaten Paniai. Napas menuding, kekerasan terjadi saat Detasemen Khusus 88 Anti Teror, menyisir perkampungan tersebut untuk mencari Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka. Namun dalam penyisiran itu, polisi membakar sejumlah rumah hingga  warga  mengungsi ke hutan.
“Polisi membakar sekitar 13 rumah. Teman-teman (Aktivis Napas -red) di lapangan melihat enam rumah yang dibakar itu milik masyarakat. Tujuh rumah lainnya sedang dicari tahu oleh teman-teman di lapangan karena di sana masih dalam penyisiran. Jadi kemungkinan aparat bisa menembak teman-teman di lapangan. Jadi mereka jauh dari lokasi kejadian.” Kata Marthen.

 

Koordinator Nasional Napas Marthen Goo menambahkan, penyisiran dan pembakaran rumah warga juga pernah terjadi pada akhir 2012 di lokasi yang berbeda.

Napas  mendesak Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia menghentikan aksi penyisiran dan pembakaran rumah warga. Selain itu, para aktivis mendesak pengungkapan kejahatan kemanusiaan di sana. Napas juga meminta pemerintah menggelar Dialog Jakarta-Papua untuk menyelesaikan serangkaian aksi kekerasan di sana. (Ixn/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: