Dominikus Sorabut Diganjar Penghargaan Internasional

(Jakarta) Dua orang asal Indonesia, menerima penghargaan internasional Hellman-Hammet atas komitmen mereka memperjuangkan kebebasan berekspresi. Kedua orang itu adalah penulis Putu Oka Sukanta, dan pembuat film Dokumenter asal Papua, Dominikus Sorabut. Aktivis LSM HAM Human Right Watch, Andreas Harsono mengatakan, mereka dipilih lantaran keberaniannya mengekspresikan pendapatnya melalui karyanya. Putu Oka Sukanta melalui tulisan, sedangkan Dominikus Sorabut melalui karya film-film dokumenter.
“Beliau (Putu Oka-red) dipenjara tanpa pengadilan, selama 10 tahun. Antara 1966 sampai 1976. Kemudian yang kedua adalah Dominikus Sorabut. Dia sekarang masih dipenjara di Abepura. Dia banyak bikin film tentang pengrusakan lingkungan di Papua, kemudian penindasan terhadap kebudayaan, dan dua tahun lalu dia membuat film pendek sekali tentang petani-petani papua yang disiksa oleh Tentara Indonesia.” Kata Andreas.

 

Andreas Harsono menambahkan, kedua orang itu berhak mendapat uang hibah dari Hellman-Hammett sekira Rp50 juta.

 

Penghargaan Hellman/Hammett ini diberikan setiap tahun kepada para penulis di seluruh dunia yang menjadi sasaran penganiayaan politik atau pelanggaran HAM. Di antara tokoh Indonesia yang pernah menerima penghargaan itu adalah Penyair WS Rendra, Jurnalis Majalah Tempo Ahmad Taufik, dan Jurnalis Metro TV Upi Asmaradhana. (Bam/Ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: